Hikmah Hari Ini:Dari ‘Aisyah ra.,ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:“Barangsiapa merasa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah juga senang berjumpa dengannya. Dan barangsiapa tidak suka berjumpa dengan Allah, maka Allah pun tidak suka berjumpa dengannya.”Saya (‘Aisyah) bertanya: “Apakah yang dimaksud dengan tidak suka berjumpa dengan Allah itu tidak suka kematian? Bukankah kita semua tidak suka kematian?”Rasulullah bersabda: “Bukan demikian! Tetapi, orang mukmin yang apabila diberi kabar gembira dengan rahmat Allah dan keridhaan-Nya serta surga-Nya, ia senang bertemu Allah,maka Allah juga senang bertemu dengannya. Sedangkan orang kafir, manakala diberitahu tentang siksa Allah dan murka-Nya, ia tidak suka berjumpa dengan-Nya.” (HR. Muslim)

Hikmah hari Ini:Dari Abu Hurairah ra.,ia brkata:Rasulullah saw.bersabda:“Wahai manusia!Sesungguhnya Allah itu baik.Dia tdk menerima kecuali yang baik.Dan ssungguhnya Allah mmerintahkan kpd orang2 mukmin dgn apa yg diperintahkan kpd para Rasul.Allah Ta’ala telah berfirman:“Wahai para Rasul!Makanlah dari makanan yg baik2(yang baik&halal) dan beramal baiklah kalian.”Dan Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang2 yg beriman!Makanlah dari makanan yg baik2 yg telah Kami berikan kpd kalian.”Kemudian Rasulullah saw.menuturkan ttg seorang lelaki yg panjang perjalanannya (dlm ibadah),kusut rambutnya dan berdebu,ia menengadahkan kedua tangannnya ke langit seraya mengucap: “Ya Rabbi,Ya Rabbi,”sementara itu makanan dan minumannya, pakaiannya haram,disuapi dgn makanan haram (pada waktu kecilnya),lalu bagaimana bisa dikabulkan doa lelaki tersebut.” (HR. Muslim)

Hikmah Hari Ini:Dari Amr bin Ash ra.,bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw.bersabda:”Apabila seorang hakim memutuskan suatu hukum dan berijtihad kemudian ia benar maka,ia mendapatkan dua pahala.Sedangkan apabila ia memutuskan suatu hukum dan ia berijtihad kemudian ia salah, maka ia mendapatkan satu pahala.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra.bahwasanya Nabi saw.bersabda:“Sakit panas itu adalah termasuk uapnya neraka Jahannam,maka dinginkanlah dengan air.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari ‘Aisyah ra.dari Nabi saw.beliau bersabda:“Barangsiapa yang meninggal dunia dan ia mempunyai hutang puasa, maka walinya hendaklah berpuasa untuknya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah Hari Ini:Dari ‘Aisyah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang bernazar untuk taat kepada Allah, maka ia harus mentaati (melaksanakan) nazarnya itu, tetapi barangsiapa yang bernazar untuk durhaka kepada Allah, maka ia tidak boleh durhaka kepada-Nya.” (HR. Bukhari)

Dari Ummu Syarik ra. bahwasanya Rasulullah saw. memerintahkan kepadanya untuk membunuh cecak, dan beliau bersabda: “Cecak itu dulu selalu meniup-niupkan api sewaktu Nabi Ibrahim dibakar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Advertisements

Hikmah Hari Ini:Dari Abu Hurairah ra.,ia berkata: Rasulullah saw.,bersabda:“Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai 3 macam perbuatan,dan membenci 3 macam perbuatan bagi kalian.Allah suka jika kalian menyembah-Nya & tdk menyekutukan-Nya dgn sesuatu apapun,serta bilamana kalian selalu berpegang teguh pada tali (agama) Allah & tdk berceraiberai.Allah membenci apabila kalian banyak bicara,banyak bertanya,dan menyia-nyiakan harta.”(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra.,dari rasulullah saw.,beliau bersabda:“Janganlah salah seorang diantara kalian mengacungkan pedang kpd saudaranya,krn ia tdk tahu kalau2 setan melepaskan dr tangannya kemudian mnjadikn ia terjerumus ke dlm jurang neraka.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim dikatakan bahwasanya Abu Qasim saw.,bersabda:“Barang siapa mngacungan sepotong besi
kpd saudaranya maka sesungguhnya malaikat melaknatnya, walaupun yg diacunginya adalah saudaranya seayah & seibu.”
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah Hari Ini:Dari Abu Sya’tsa’ berkata:“Kami bersama-sama dengan Abu Hurairah ra.,di dalam masjid kemudian muadzin mengumandangkan azannya,lantas ada seseorang berdiri dan keluar dari masjid,maka Abu Hurairah menatapkan pandangannya sampai orang itu keluar dari masjid.Setelah itu Abu Hurairah berkata:“Orang itu benar-benar telah mendurhakai Abu Qasim saw.,” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw., bersabda:“Barang siapa ditawari harum-haruman maka janganlah ia menolak, karena sesungguhnya harum-haruman itu ringan dibawa lagi pula harum baunya.”(HR. Muslim)–Khususnya laki2&hal ini menjlskan ttg jika ditawari pemberian harum2an–
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah hari ini:Dari Abu Musa ra.,ia berkata: Nabi saw., mendengar seseorang memuji orang lain dengan setinggi-tingginya,kemudian beliau bersabda: “Kamu telah membinasakan atau mematahkan punggung seseorang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits-hadits di atas menunjukan tentang larangan memuji, tetapi masih banyak juga hadits-hadits shahih yang membolehkan memuji.Adapun untuk mempertemukan hadits-hadits yang berbeda itu, para ulama berpendapat bahwa apabila orang yang dipuji itu sempurna imannya dan diperkirakan tidak akan terpengaruh oleh pujian itu, maka semua pujiannya tidaklah diharamkan dan tidak pula dimakruhkan.Tetapi jika dikhawatirkan orang yang mendapat pujian itu akan merubah sikapnya, sehingga ia berlaku sombong dan sebagainya, maka memuji itu dilarang.

Adapun hadits yang membolehkan memuji di antaranya adalah, sabda Rasulullah saw.,kepada Abu Bakar ra.,“Aku berharap semoga kamu termasuk dari golongan mereka (yakni golongan orang-orang yang dapat masuk surga dari berbagai pintu surga)” Dan dalam hadits lain, Rasulullah saw., bersabda kepada Abu Bakar ra.,: “Kamu bukanlah termasuk dari golongan mereka (yakni golongan orang-orang yang menjuraikan kainnya karena sombong).” Dan Rasulullah saw., juga pernah bersabda kepada Umar ra.,: “Setan tidak akan melihat kamu berjalan pada suatu jalan melainkan setan itu menyimpang,mencari jalan lain.”
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah Hari Ini:Dari Usamah ra.,dari Nabi saw.,beliau bersabda: “Apabila kalian mendengar ada tha’un (penyakit menular) pd suatu negeri,maka janganlah kalian mmasuki negeri itu.Dan apabila penyakit itu melanda suatu negeri, sedangkan kalian berada di sana maka jgnlah kalian keluar dari negeri itu.”(HR. Bukhari dan Muslim)–ttg makruhnya keluar dari daerah yg tertimpa musibah–

Dari Abu Hurairah ra.,beliau bersabda:“Jauhilah oleh kalian tujuh hal yg membinasakan!”Para sahabat bertanya:“Wahai rasulullah,apakah tujuh hal yg membinasakan itu?”Beliau bersabda:“Menyekutukan Allah, sihir,mmbunuh jiwa yg diharamkan Allah kecuali krn hak,makan riba,makan harta anak yatim,melarikan diri sewaktu jihad dan menuduh zina wanita2 mukmin yg senantiasa memelihara dirinya.”(HR. Bukhari dan Muslim)–ttg Haram menggunakan sihir–
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah Hari Ini:Dari Ibnu Umar ra.,ia berkata: “Rasulullah saw.,melarang bepergian dengan membawa Al-Qur’an ke daerah musuh.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ummu Salamah ra., bahwasanya Rasulullah saw.,bersabda:“Orang yang minum menggunakan bejana perak, bagaikan menuangkan api neraka ke dalam perutnya.”(HR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat lain dikatakan:“Sesungguhnya orang yang makan atau minum dengan menggunakan wadah perak dan emas. – itu sebenarnya memasukkan api Jahanam dalam perutnya.

Hikmah Hari Ini:Dari Anas ra.,ia berkata:“Nabi saw., melarang orang laki-laki memakai pakaian yang dicelup seperti za’faran.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Qais bin Abu Hazim berkata:“Abu Bakar Ash Shiddiq ra. masuk ke rumah seorang perempuan dari suku Ahnas yg bernama Zainab.Abu Bakar melihat perempuan itu tidak mau bicara, kemudian Abu Bakar bertanya :“Kenapa perempuan itu tidak mau bicara?“ Orang-orang yang ada disitu berkata:“Ia berniat untuk diam.“ Kemudian Abu Bakar berkata kepadanya:“Berbicaralah kamu, karena sesungguhnya perbuatan seperti itu tidak diperbolehkan, itu termasuk perbuatan orang-orang Jahiliyah.“ Kemudian perempuan itu mau bicara.“ (HR. Bukhari)–ttg larangan membisu–
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah Hari Ini:Dari Sa’ad bin Abu Waqqash ra. Bahwasannya Nabi saw. bersabda:“Barangsiapa menasabkan diri (membangsakan) kepada selain ayahnya,padahal ia tahu bahwa itu (orang yang dibangsakan) bukanlah ayahnya,maka surga baginya adalah haram.“(HR. Bukhari dan Muslim)–ttg haramnya bernasab bukan kpn ayah kandungnya–

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw., beliau bersabda:“Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian karena barangsiapa membenci ayahnya, berarti ia kufur.“(HR. Bukhari dan Muslim)
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah Hari Ini:Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw.,beliau bersabda:”Sungguh, Allah Ta’ala mempunyai rasa cemburu,cemburu jika seseorang mengerjakan apa yang diharamkan-Nya.“(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw.,beliau bersabda:”Barangsiapa bersumpah dengan mengatakan:Demi Latta dan Uzza, maka hendaklah ia segera mengucapkan: LAA ILAAHA ILLALLAAH (Tiada Tuhan selain Allah). Barangsiapa berkata kepada temannya:”Mari kita berjudi, maka hendaklah ia segera bersedekah.”(HR. Bukhari dan Muslim)–Hadist ttg segera memperbaiki kesalahan jika melanggar larangan Allah–
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah Hari Ini:Dari Imran bin Hushain ra.,ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tiada suatu makhluk pun sejak diciptakannya Nabi Adam sampai hari kiamat yang besarnya melebihi Dajjal.”(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Maukah aku jelaskan kepada kalian suatu berita
tentang Dajjal yang belum pernah dijelaskan oleh Nabi kepada umatnya. Sesungguhnya Dajjal itu buta sebelah, dan sesungguhnya ia akan muncul dengan membawa semacam surga dan neraka. Sesuatu yang dikatakan surga oleh Dajjal itu sebenarnya adalah neraka.”(HR. Bukhari dan Muslim)–Hadist2 ttg dajjal–
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah Hari Ini:Dari Mirdas Al Anshariy ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda: ”Orang-orang yang salih akan pergi (meninggal dunia) satu persatu, sehingga yang tersisa hanyalah orang2 yang seperti ampas gandum atau kurma, dimana Allah tidak akan menghiraukan mereka sedikit pun.”(HR. Bukhari)–ttg keadaan akhir jaman–

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw.bersabda: ”Apabila Allah Ta’ala mendatangkan siksaan kepada suatu umat, maka siksaan itu menimpa seluruh orang yang ada di situ, kemudian mereka nanti dibangkitkan sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.”(HR. Bukhari dan Muslim)–ttg azab Allah–
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah hari Ini:Dari Abu Tsa’labah Al Khusyanniy Jurtsum bin Natsir ra.dari Rasulullah saw.,beliau bersabda: ”Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mewajibkan beberapa kewajiban,maka janganlah kamu menyia-nyiakan,Allah telah menetapkan beberapa batasan,maka janganlah kamu melanggarnya.Allah telah mengharamkan beberapa hal,maka janganlah kamu mengabaikannya.Allah diam terhadap beberapa hal adalah sebagai rahmat bagi kalian,bukan karena lupa.Oleh sebab itu janganlah kalian membicarakan lebih jauh.”(HR.Daruquthni dan lain-lain)–Silahkan renungkan,terutama pada bagian Diam-Nya Allah–

Dari Abu Hurairah ra. Bahwasannya Nabi saw.bersabda:”Orang mukmin tidak akan tersesat (terjerumus) dua kali dari lubang yang sama.”(HR.Bukhari dan Muslim)–Peringatan dari nabi buat kita semua–

Hikmah Hari Ini:Dari Abu Hurairah ra.,ia berkata: Rasulullah saw.bersabda:”Ada tiga macam org yg tdk diajak bicara oleh Allah kelak pada hari kiamat.Allah tdk melihat dan tdk mensucikan mereka dan mereka akan memperoleh siksa yg pedih,yaitu:Orang yang mempunyai kelebihan air ditanah, tetapi ia tdk memberi perantau (musafir) yg membutuhkan. Orang yg menjual barang dagangan kpd orang lain sesudah Asar,ia bersumpah atas nama Allah bahwa ia mengambil barang dagangan itu dgn harga sekian,lalu ia menyedekahkannya (kpd pembeli),padahal kenyataannya bukanlah demikian.Orang yg berjanji setia kpd seorang pemimpin hanya karena kepentingan duniawi.Jika pimpinan itu memberinya harta dunia,maka ia penuhi janjinya,tetapi kalau pimpinan tdk memberikan apa2,ia pun tdk memenuhi janjinya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Hikmah Hari Ini:Dari Abu Hurairah ra.dari Nabi saw.,beliau bersabda:“Tempat yg paling disukai Allah adalah masjid,dan tempat yg paling dibenci Allah adalah pasar.” (HR.Muslim)

Dari Ashim al Ahwal dari Abdullah bin Sarjis ra.,ia berkata:Saya berkata kpd Rasulullah saw.:“Wahai Rasulullah semoga Allah mengampuni Engkau.”Beliau bersabda: “Dan semoga Allah jg mengampuni kamu.”Ashim bertanya kpd Abdullah:“Apakah Rasulullah memohonkan ampun utk kamu?Abdullah menjawab:“Ya,dan bagimu pula.”Kemudian ia membaca ayat:WASTAGHFIR LIDZANBIKA WALIL MU’MINIINA WAL MU’MINAAT (dan mohonlah ampun utk dosamu serta dosa segenap orang mukmin laki-laki dan perempuan).”(HR. Muslim)–ttg sunnah mendoakan muslim yg lain saat kita berdoa–

Hikmah Hari Ini:Dari Jabir ra.,bahwasanya Rasulullah saw., melarang kencing pada air yang tidak mengalir. (HR. Muslim)

Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw.,bersabda:
“Janganlah kalian menjemput barang-barang dagangan sebelum ia diturunkan ke pasar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah saw. selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah pesan Rasulullah tatkala memasuki Ramadhan.

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA.

Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.

Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka.

Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya .

Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Sunnah Nabawiyah
8/8/2008 | 04 Syaban 1429 H | Hits: 2.934
8 Tips Sambut Ramadhan
Oleh: Ulis Tofa, Lc

dakwatuna.com – Ramadhan yang penuh kelimpahan kebaikan dan keutamaan,
akan dapat dirasakan dan diraih ketika ilmu tentang Ramadhan dipahami
dengan baik.

Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan
bulan suci ini. Mereka berdo’a selama enam bulan sebelum kedatangannya
agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat
Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman
Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdo’a
selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah swt.
Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul
keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut
Ramadhan” :

1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga
kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan
sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat,
tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah
saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii
rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada
bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR.
Ahmad dan Tabrani)

2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada
kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi
setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya
keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji
Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara
nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah
ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.

3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu
memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan
Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh
berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan
itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.”
(HR. Ahmad).

4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar
mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi
setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan
diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan
dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt.
akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya
melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar
terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.”
Muhamad:21.

6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan
dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum
Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh
Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada
mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses
tadzkiyatun- nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas
tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan
jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan
Ramadhan.

8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran
baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang
sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31.
Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya
dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan
karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada
masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka.
Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi
orang lain.”

Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan
Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikanny a. Amin ya Rabbana.
Allahu a’lam (io)
Sumber :

http://www.Dakwatuna.com
http://www.Taushiyah-Online.com

1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)
Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
• buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
• membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Hikmah Hari Ini:Dari Jabir ra.,ia berkata:“Rasulullah saw.,melarang menembok kubur dan mendirikan bangunan di atas kubur.“(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra.,bahwasanya rasulullah saw.,bersabda:“Takutlah kalian terhadap dua hal yang dikutuk.Para sahabat bertanya:“Apakah dua hal yang dikutuk itu?”Rasulullah saw.,menjawab:“Yaitu orang yang buang air di jalan umum,atau orang yang buang air di tempat orang berlindung.”(HR.Muslim)
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/

Hikmah Hari Ini:Dari Abu Hurairah ra.,bahwasanya Rasulullah saw.,melarang untuk berpuasa wishal (puasa sambung tanpa berbuka) “(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra.,ia berkata:Rasulullah saw., bersabda:“Sungguh, jika salah seorang di antara kalian duduk di atas bara,lalu terbakar pakaiannya,lalu merembet pula ke kulitnya,itu adalah lebih baik baginya daripada jika ia duduk diatas kubur.”(HR. Muslim)
–utk update Hikmah,Kunjungi https://hikmahku.wordpress.com/